Penyakit Kecacingan Study Kasus Daerah Kenjeran
August 12, 2012
Mengukur Kesehatan dan Penyakit
August 12, 2012

Tinjauan tentang Kecacingan

2.1.1 Definisi Kecacingan

Kecacingan adalah penyakit yang ditularkan melalui makanan, minuman, atau melalui kulit dengan menggunakan tanah sebagai media penularannya yang disebabkan oleh cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura), dan cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus) (Jawetz et al, 2005).

 

2.1.2 Epidemiologi Kecacingan

Di Indonesia, infeksi cacingan merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai karena iklimnya yang tropis dengan kelembaban udara yang tinggi serta tanah yang subur sehingga merupakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangbiakan cacing. Infeksi cacingan tersebar luas. Hasil survei cacingan di sekolah dasar di beberapa propinsi pada tahun 1986-1991 menunjukkan prevalensi sekitar 60%-80%, sedangkan untuk semua umur berkisar antara 40%-60% (Depkes RI, 2004). Infeksi cacingan juga dipengaruhi oleh perilaku individu. Intensitas dan prevalensi yang tinggi pada anak disebabkan oleh kebiasaan memasukkan jari-jari tangan yang kotor ke dalam mulut (Poespoprodjo & Sadjimin, 2000).

Penyebaran infeksi cacing Ascharis dan Trichuris mempunyai pola yang hampir sama. Aschariasis adalah penyakit infeksi cacingan yang distribusinya di seluruh dunia dan menginfeksi lebih dari 1.000 juta orang. Sebagian besar infeksi terjadi di negara yang sedang berkembang, di Asia dan Amerika latin. Di Indonesia, berdasarkan hasil survei yang dilakukan di Indonesia tahun 2002-2004 menunjukkan bahwa prevalensi Aschariasis dan Trichiaris berkisar antara 57%-90% (Depkes, 2004).

 

2.1.3 Faktor Resiko

a. Kebiasaan dalam Mencuci Tangan

Kebiasaan cuci tangan sebelum makan memakai air dan sabun mempunyai peranan penting dalam kaitannya dengan pencegahan infeksi kecacingan, karena dengan mencuci tangan dengan air dan sabun dapat lebih efektif menghilangkan kotoran dan debu secara mekanis dari permukaan kulit dan secara bermakna mengurangi jumlah mikroorganisme penyebab penyakit seperti virus, bakteri dan parasit lainnya pada kedua tangan, juga dapat lebih efektif membersihkan kotoran dan telur cacing yang  menempel pada permukaan kulit, kuku dan jari-jari pada kedua tangan (Umar, 2006).

  1. b.  Perilaku dalam Buang Air Besar (BAB)

Perilaku BAB tidak dijamban menyebabkan pencemaran tanah dan lingkungan oleh tinja yang berisi telur cacing. Infeksi pada anak sering terjadi karena menelan tanah yang tercemar telur cacing atau melalui tangan yang terkontaminasi telur cacing. Penularan melalui air sungai juga dapat terjadi, karena air sungai sering digunakan untuk berbagai keperluan dan aktivitas seperti mandi, cuci dan tempat BAB (Umar, 2006).

  1. c.   Jajan di Sembarang Tempat

Selain melalui tangan, transmisi telur cacing dapat juga melalui makanan dan minuman yang tidak dikemas dan tidak tertutup rapat.  Oleh karena itu, jajan di sembarang tempat yang kebersihannya tidak terjamin, tidak terlindung, dan dapat tercemar oleh debu serta kotoran yang mengandung telur cacing, dapat menjadi sumber penularan infeksi kecacingan (Umar,2006)

 

2.1.4 Soil-Transmitted Helminths (STH)

STH merupakan kelompok parasit cacing nematoda yang menyebabkan infeksi pada manusia akibat tertelan telur atau melalui kontak dengan larva yang berkembang dengan cepat pada tanah yang hangat dan basah di negara-negara subtropis dan tropis. Bentuk dewasa STH dapat hidup selama bertahun-tahun di saluran percernaan manusia (WHO, 2005; WHO, 2006). STH merupakan salah satu penyebab utama kemunduran pertumbuhan fisik dan perkembangan intelektual yang berdampak terhadap pendidikan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat yang sering terabaikan. Kurangnya perhatian para tenaga kesehatan dan masyarakat dunia terhadap kondisi ini disebabkan (Chan, 1997; WHO, 2006):

  1. Kebanyakan penduduk yang terinfeksi oleh STH berasal dari negara-negara miskin.
  2. Infeksi parasit ini menyebabkan gangguan kesehatan kronis dengan manifestasi klinis yang tidak nyata.
  3. Pengukuran efek yang timbul akibat infeksi STH terhadap pertumbuhan ekon
  4. Sulitnya pendidikan yang dilakukan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa infeksi STH memiliki dampak yang sangat besar terhadap tingkat kehadiran dan prestasi sekolah serta produktivitas ekonomi dimasa mendatang (Miguel and Kremer, 2003). World Health Assembly berusaha mengantisipasi hal tersebut dengan membuat sebuah resolusi bagi negara-negara anggota dalam upaya mengontrol angka kesakitan akibat infeksSTH melalui pemberian obat antelmintik dalam skala besar kepada anak usia sekolah dasar di negara-negara miskin (Horton, 2003).

Incoming search terms:

  • DEFINISI CACINGAN MENURUT WHO
  • pengertian kecacingan
  • pengertian trichuris trichiura
  • pengertian cacingan
  • definisi kecacingan
  • PENGERTIAN soil transmitted helminths
  • cacingan menurut who
  • prevalensi cacingan menurut WHO
  • pengertian cacingan menurut WHO
  • prevalensi ascaris di indonesia 2012 depkes