BAHAYA DAN TIPS MEMASANG BEHEL
August 8, 2012
Sediaan Gel
August 8, 2012

Rancangan Evaluasi Kontrol Kualitas untuk Sediaan Cream

  1. Organoleptis
  • Konsistensi
  • Tekstur
  • Warna
  1. Penentuan tipe emulsi

a)      Dye solubility test

  • Sediaan ditambah zat warna larut air ( Methylen Blue )
  • Amati warna sediaan, jika homogen tipe emulsi adalah o/w
  • Sediaan ditambah zat warna larut minyak ( Sudan II )
  • Amati warna sediaan, jika fase dalam terwarnai tipe emulsi adalah w/o

b)      Drop diluent test

  • Sediaan diencerkan dengan air, apabila dapat diencerkan dengan air, maka tipe emulsi adalah o/w
  • Sediaan diencerkan dengan minyak, apabila dapat diencerkan dengan minyak, maka tipe emulsi adalah w/o

c)      Conductivity test

  • Sediaan digunakan sebagai penghantar listrik yang dihubungkan dengan lampu, bila lampu menyala, tipe emulsi o/w
  • Apabila lampu tidak menyala, tipe emulsi w/o
  1. pH

Alat                 : pH meter

Cara kerja        :

a)      Kalibrasi pH meter dengan dapar standart pH tertentu (sekitar pH sediaan yang diukur)

b)      Ditimbang 1 gram sediaan, ditambah dengan aqua bebas CO2 sampai volume 20 ml, aduk ada homogen

c)      Elektrode dicuci dengan air sampai bersih lalu dikeringkan

d)     Ukur pH sediaan

e)      Lakukan koreksi terhadap temperatur percobaan

  1. Viskositas

Alat                 : Viskosimeter Cup & Bob

Cara kerja        :

a)      Masukkan sediaan ke dalam cup

b)      Pilih rotor yang sesuai

c)      Masukkan sediaan dalam cup sampai leher rotor

d)     Jalankan alat, ukur viskositas dan catat angka yang tertera pada alat

  1. Daya sebar

Alat                 : Lempeng kaca berskala

Cara kerja        :

a)      Sediaan ditimbang sejumlah tertentu ( 1 gram), letakkan diatas lempeng kaca berskala

b)      Bagian atasnya diberi beban yang secara teratur ditingkatkan beratnya

c)      Ukur diameter penyebarannya pada setiap penambahan beban

d)     Penambahan beban dihentikan saat sediaan berhenti menyebar

e)      Gambar profil penyebarannya (berat beban vs diameter lingkaran penyebarannya)

f)       Hitung harga slope ( = besarnya kemampuan menyebar suatu sediaan akibat penambahan beban)

  1. Penentuan ukuran droplet

Alat                 : Mikroskop cahaya

Cara kerja        :

a)      Kalibrasi skala okuler

  • Pasang mikrometer okuler dan objektif pada tempatnya
  • Amati sampai kedua skala terlihat jelas di bawah mikroskop
  • Himpitkan garis awal skala okuler dengan garis awal skala objektif, kemudian tentukan garis yang tepat berhimpit pada kedua skala
  • Tentukan harga skala okuler, misalnya 9 skala okuler = 10 skala objektif, maka 1 skala okuler = 10/9 skala objektif

b)      Buat emulsi encer partikel yang akan diamati di atas objek glass, tutup dengan cover glass

c)      Ambil mikrometer objektif, ganti dengan objek glass yang berisi sampel,kemudiaan mulai pengukuran diameter droplet ( > 300 droplet )

d)     Lakukan pengelompokan, tentukan ukuran droplet terkecil dan terbesar dari seluruh sampel, bagilah ke dalam beberapa interval dan kelas

e)      Tentukan dln, dsn, dvn, dsl, dvs, dwm.

  1. Penetapan kadar ( BP Vol.II th.2002 hal.2096)

Metode yang digunakan adalah HPLC

a)      Pembuatan larutan

Gel yang mengandung 50,0 mg Diklofenak dietil amin dikocokdengan 50 ml aseton secara kuantitatif selama 10 menit. Filtrat disaring dan diuapkan sampai kering pada tekanan rendah. Larutkan residu dalam 10 ml campuran antara 40 volume aquadest dan 60 volume metanol. 1ml cairan tersebut diencerkan sampai 5 ml dengan fase gerak dan disaring dengan penyaring fiber glass. 1 ml filtrat dilarutkan dengan metanol ad 100 ml.

b)      Prosedur HPLC

Fase diam        : Stainless steel kolom ( 25 cm x 4,6 mm x 5 µm)

Biasa digunakan End-Capped Zorbax C8

Fase gerak       : Kecepatan aliran 1ml/menit, yang merupakan campuran dari 34 ml larutan I ( 0,1% b/v larutan asam ortophospor dan 0,16% b/v larutan Natrium Dihidrogen ortophospat) dan 66 ml larutan II ( metanol ).

Amati pada ? 254 nm

c)      Cara kerja        :

  • Injeksikan 20 µl larutan sampel
  • Kromatogram danmenampilkan retensi time ( tR ) Diklofenak yaitu 25 menit dan pengotor Diklofenak pada 12 menit
  • Atur sistem kromatografi, sehingga diperoleh tinggi peak larutan sampel kurang dari 50% pada skala penuh pencatat
  • Rf 6,5 ( 11,6 mg diklofenak dietil amin setara dengan 10,0 mg diklofenak sodium )
  1. Uji aseptabilitas

a)      Tentukan kriteria asptabilitas yang akan diuji

b)      Lakukan skoring angka pada masing-masing kriteria

c)      Gunakan subyek dengan kriteria tertentu

d)     Subyek harus mengisi/menandatangani persyaratan kesediaan menjadi subyek (Form Informed Consent)

e)      Jelaskan hal-hal yang harus dilakukan subyek supaya hasil tidak bias

f)       Lakukan perhitungan data hasil uji untuk setiap kriteria, kalikan dengan skor masing-masing

g)      Tampilkan data dalam bentuk gambar/grafik

  1. Uji pelepasan

Alat                 : Membran selovan

Uji disolusi ERWEKA

Cara kerja        :

a)      Buat kurva baku bahan aktif

b)      Membran selovan direndam dulu di air selama 1 jam supaya pori-pori membuka

c)      Suhu percobaan 37o C dengan kecepatan pengadukan 100 rpm

d)     Volume media reseptor 500,0 ml ; buffer phospat pH 6,0 ; volume sampling 5,0 ml

e)      Masukkan sejumlah tertentu sampel ke dalam sel difusi, lalu masukkan ke dalam media disolusi dengan segera

f)       Alat dijalankan

g)      Ambil sampel dengan waktu sampling 0; 5; 10; 15; 30; 45; 60; 90; dan 120 menit pada tempat yang sama

h)      Gantikan media disolusi yang terambil ( 5,0 ml) dengan media disolusi yang baru

i)        Sampel diamati dengan spektrofotometer pada ?maks bahan aktif

semoga bermanfaat..  www.blogkesehatan.net

Incoming search terms:

  • penentuan ukuran partikel suatu zat dengan mikroskop okuler mikrometer
  • evaluasi sediaan emulsi
  • cara kalibrasi mikroskop
  • kontrol dan evaluasi
  • evaluasi sediaan krim
  • metode cup and bob
  • kalibrasi mikroskop cahaya
  • organoleptis lotio calamin
  • laporan praktikum sediaan krim
  • contoh sediaan emulsi diklofenak