Prosedur Percobaan PinA Menghambat Degradasi Hidrolisis ATP-Tergantung Degradasi Protein oleh Lon Protease #2
August 2, 2012
Bahan dan Metode dalam Penelitian Produksi Oksitetrasiklin Dengan Immobilisasi Streptomyces rimosus #2
August 2, 2012

Produksi Oksitetrasiklin Dengan Immobilisasi Streptomyces rimosus #1

Oksitetrasiklin merupakan antibiotika spektrum luas yang diproduksi oleh golongan Streptomyces seperti Streptomyces rimosusStreptomyces capuensis, Streptomyces henetus ,dan Streptomyces platensis yang direndam pada fermentasi keadaan padat. Produksi oksitetrasiklin bergantung pada keturunan, lingkungan, kondisi, dan komposisi media kultur [3, 5, 6]. Immobilisasi dari Streptomyces, Aspergillus, Cephalosporum, Cladonia, Penicillium, dan Saccharomyces telah digunakan untuk memproduksi enzim, etanol, asam organik, alkaloid dan antibiotik [7-13]. Agar, alginat, carragenan, kolagen, gelatin, poliakrilamid, polielektrolit, dan poliuretan telah digunakan sebagai material pendukung untuk gel, pengikat bahan pembawa, dan immobilisasi cross-link (eaksi silang) [14].

Pada studi sebelumnya, starch dan selulosa digunakan untuk produksi tetrasiklin dan oksitetrasiklin dengan miselium dan protoplas yang direndam pada fermentasi keadaan padat [15-19]. Studi ini membandingkan produksi oksitetrasiklin pada sel yang bebas dengan miselium yang di immobilisasi dari penanaman Streptomyces rimosus.

Studi ini dilakukan untuk menguji dan membandingkan produksi oksitetrasiklin oleh Streptomyces rimosus TM-55 (CCRC 960061) pada sel yang bebas dan sel yang di immobilisasi dengan kalsium alginat pada fermentasi yang cair. Hasilnya menunjukkan bahwa 1-mL kultur broth, pada sel yang bebas dapat memproduksi 121 sampai 124 µg oksitetrasiklin, sedangkan pada sel yang diimmobilisasi dapat memproduksi 153 sampai 252 µg. Sel yang diimmobilisasi dapat memperlambat kecepatan pertumbuhan Streptomyces rimosus tetapi  dapat meningkatkan lamanya waktu pertumbuhan dan menigkatkan hasil produksi oksitetrasiklin pada setiap gramnya, dimana sel bebas yang kering dihasilkan oksitetrasiklin dari 33.3 sampai 34.2 mg dan pada sel immobilisasi yang kering produksinya dari 40.2 sampai 40.7 mg. Kondisi immobilisasi yang optimum dimana alginatnya 2% dan diameter beadnya 2.13 mm. Produksi oksitetrasiklin secara spesifik dapat ditingkatkan dengan meningkatkan berat jenis inokulum tetapi juga dapat diturunkan dengan meningkatkan diameter beadnya. Asam ethylendiaminetetraasetic atau ion monovalen dapat bereaksi dengan kalsium pada bead atau menggantikannya dengan ion sodium, dengan demikian ada penurunan kekuatan dari beadnya.