Hal yang penting untuk dipertimbangkan sebelum memilih antibiotik
August 12, 2012
LAKTULOSA
August 13, 2012

Penggolongan Antimokroba Berdasarkan Kelas Terapinya

a)    Penicillin

diawali oleh penicillin G untuk terapi streptococcus dan staphylococcus. Adanya penisillinase yang diproduksi oleh Staphylococcus aureus mengawali munculnya penisillinase-resistant (misalnya methicillin, oxacillin, dan nafcillin).

Kemudian berkembang lagi menjadi aminopenicillin (contoh : ampicillin dan amoxicillin) untuk terapi pada gram negatif, yang meliputi Eschericia coli, Proteus mirabillis, Shigella, Salmonella, Listeria, Haemophillis dan Neisseria.

Selanjutnya dikembangkan penicillin yang aktif terhadap enterobacteriaceae dan Pseudomonas aeruginosa yaitu carboxypenicillin (contoh : carbenicillin, ticarcillin dan temocillin) dan ureidopenicillin (contoh : meziocillin, azlocillin, piperacillin dan apalcillin).

Akhirnya, kombinasi b laktamase inhibitor (asam klavulanat atau sulbaktam) dan aminopenicillin atau tikarcillin dapat memperluas spektrum antimikrobanya. .

 

b)   Cephalosporin

antimikroba yang terdiri atas 4 generasi, yaitu generasi pertama, kedua, ketiga dan keempat.

Generasi pertama (contoh : cephalothin cefazolin, cephradine, cephalexin dan cefadroxil) aktif terhadap cocci gram positif, tidak aktif terhadap gonococci, H. influenzae, bacteroiodes dan pseudomonas pada umumnya tidak tahan terhadap laktamase.

Generasi ke-2 (contoh : cefaclor, cefamandole, cefimetazole, dan cefuroxime) lebih aktif terhadap kuman gram negatif, termasuk H. influenzae, proteus, klebsiella, gonococci dan kuman-kuman yang resisten untuk amoxicillin. Generasi kedua lebih tahan terhadap laktamase. Khasiatnya terhadap kuman gram positif (staphylococcus dan streptococcus) kurang lebih sama.

Generasi ke tiga (contoh : cefoperazone, cefotaxime, ceftizoxime, ceftriaxone, cefotiam, cefiksim dan cefprozil) terhadap kuman gram negatif lebih kuat dan lebih luas lagi dan meliputi pseudomonas dan bacteroides. Resistensinya terhadap laktamase juga lebih kuat, tetapi khasiatnya terhadap stahylococcus jauh lebih ringan. Tidak aktif terhadap MRSA dan MRSE (Methicillin Resistant Staphylococcus epidermidis).

Generasi ke-4 (contoh : cefepim dan cefpirom) yang sangat resisten terhadap laktamase dan cefepim juga aktif sekali terhadap pseudomonas. Pada generasi kedua dan ketiga dapat dikombinasikan dengan aminoglycoside (gentamicin, tobramycin) untuk memperluas dan memperkuat aktivitasnya.

 

c)    Carbapenem

Contoh : imipenem – cilastatin, meropenem) adalah antimikroba yang aktif melawan bakteri streptococcus, methicillin sensitive staphylococcus, Neisseria, Haemophillus, bakteri anaerob, dan beberapa bakteri nosokomial gram negatif patogen termasuk pseudomonas.

Resistensi terhadap carbapenem dapat terjadi selama terapi untuk infeksi karena Pseudomonas aeruginosa yang telah diterapi oleh anti mikroba b laktam lainnya P. maltaphilia dan P. cepacia pada umumnya resisten terhadap carbapenem.

d)   Monobactam

Yang pertama kali adalah aztreonam. Spektrumnya mirip dengan gentamycin dan tobramycin, namun tidak nefrotoksik, imunogenik lemah dan tidak berhubungan dengan kelainan koagulasi.

 

e)    Aminoglycoside

Contoh : gentamycin, tobramycin, amikacin, metilmicin) adalah antimikroba yang spektrum kerjanya meliputi bacilli gram negatif (antara lain E. coli H. influenzae, klebsiella, proteus, enterobacter, dan shigella), gonococci dan sejumlah kuman gram negatif (antara lain Staphylococcus aureus / S. epidermidis). Gentamicin berkhasiat terhadap pseudomonas, proteus dan staphylococcus yang resisten untuk penicillin dan meticillin (MRSA). Spektrum antimikroba tobramycin mirip dengan gentamycin. Aminoglycoside adalah antimikroba yang sering digunakan untuk profilaksis pada bedah orthopaedi sehingga akan dibahas pada sub bab tersendiri.

 

f)     Vancomycin

Antimikroba yang aktif terhadap staphylococcus, streptococcus dan bakteri gram positif lainnya. Antimikroba ini merupakan pilihan untuk infeksi karena methicillin – resistant staphylococci, Corynebacterium jeikeium dan Streptococcus pneumoniae. Vancomycin merupakan terapi alternatif untuk infeksi serius karena staphylococcus dan streptococcus bila pasien alergi terhadap penicillin dan cephalosporin.

 

g)    Fluoroquinolones

Antimikroba yang aktif melawan sebagian besar kuman gram negatif, misalnya ciprofloxacin yang aktif melawan Pseudomonas aeruginosa. Kuinolon generasi baru dapat melawan bakteri anaerob.

 

h)   Trimethoprim

Kombinasi dengan sulfametoxazol aktif melawan beberapa kuman gram negatif,. Secara klinik dipakai untuk profilaksis dan terapi infeksi saluran respiratori dan gastrointestinal

 

i)      Tetracyclin

Efektif untuk infeksi chlamydia, mycoplasma pneumoniae dan riketsia pada pasien yang sensitif terhadap penisilin.

 

j)      Erythromysin

Untuk infeksi M.pneumoniae, S pneumoniae

 

k)   Clindamysin

Bakterisid untuk bakteri gram positif, enrerococal aerob dan beberapa mikroorganisme anaerob.

 

l)      Metronidazole

Untuk ifeksi nonpulmonary anaerob, non spesifik vaginitis dan clostridium difficile.

 

m) Chlorampenicol

Berkhasiat untuk gram positif dan negatif, tidak aktif terhadap pseudomonas, proteus dan enterobacter. Bersifat bakteriostatik terhadap S aureus dan bersifat bakterisid terhadap S pnemoniae, H influenzae

 

n)   Spectynomycin

Bakterisid terhadap gram positif dan negatif termasuk gonococci, pseudomonas, proteous dan klebsiella.

 

 

Incoming search terms:

  • cephalosporin generasi 4
  • penyebab mewabahnya jumlah tikus pada ekosistem sawah
  • makalah antimikroba
  • penggolongan antimikroba
  • latar belakang mewabahnya jumlah tikus pada ekosistem sawah
  • pengertian antimikroba
  • definisi dari antimikroba
  • mewabahnya jumlah tikus dalam ekosistem sawah
  • Efek yang di timbulkan oleh mewabahnya jumlah tikus di sawah terhadap organisme lain
  • cefoperazone terhadap gram negatif dan β-laktamase yg lebih kuat