Kajian Molekular Dan Analisis Fungsional Terhadap Mikroorganisme Termofilik Dan Hipertermofilik Dalam Aplikasi Pembentukan Protein Stabil Haba #1
August 3, 2012
Definisi, Epidemiologi dan Etiologi Hipertensi #1
August 5, 2012

Patofisiologi dan Manifestasi Klinis Hipertensi #3

Patofisiologi

   Tekanan darah arteri

Tekanan darah arteri adalah tekanan yang diukur pada dinding        arteri dalam millimeter merkuri. Dua tekanan darah arteri yang biasanya         diukur, tekanan darah sistolik (TDS) dan tekanan darah diastolik (TDD).            TDS diperoleh selama kontraksi jantung dan TDD diperoleh setelah            kontraksi sewaktu bilik jantung diisi.

Banyak faktor yang mengontrol tekanan darah berkontribusi secara             potensial dalam terbentuknya hipertensi; faktor-faktor tersebut adalah :

???? Meningkatnya aktifitas sistem saraf simpatik (tonus simpatis dan/atau

variasi diurnal), mungkin berhubungan dengan meningkatnya respons

terhadap stress psikososial dll

???? Produksi berlebihan hormon yang menahan natrium dan vasokonstriktor

???? Asupan natrium (garam) berlebihan

???? Tidak cukupnya asupan kalium dan kalsium

???? Meningkatnya sekresi renin sehingga mengakibatkan meningkatnya                         produksi angiotensin II dan aldosteron

???? Defisiensi vasodilator seperti prostasiklin, nitrik oxida (NO), dan peptide

natriuretik

???? Perubahan dalam ekspresi sistem kallikrein-kinin yang mempengaruhi

tonus vaskular dan penanganan garam oleh ginjal

???? Abnormalitas tahanan pembuluh darah, termasuk gangguan pada

pembuluh darah kecil di ginjal

???? Diabetes mellitus

???? Resistensi insulin

???? Obesitas

???? Meningkatnya aktivitas vascular growth factors

???? Perubahan reseptor adrenergik yang mempengaruhi denyut jantung,

karakteristik inotropik dari jantung, dan tonus vaskular

???? Berubahnya transpor ion dalam sel

 

Manifestasi Klinis

Tekanan sistolik adalah gaya yang mempengaruhi dinding arteri sesaat jantung berkontraksi untuk memompakan darah. Tekanan sistolik yang sering tinggi di atas normal dapat menyebabkan hipertensi sistolik. Tekanan sistolik yang tinggi (hipertensi sistolik) diketahui merupakan faktor resiko yang besar untuk terkena komplikasi penyakit jantung, ginjal dan sirkulasi atau bahkan kematian, terutama pada pasien umur pertengahan dan orang tua. Semakin besar jarak antara tekanan sistolik dan diastolik, maka semakin besar bahayanya (Kannel WB et al, 2001).

Sebenarnya, meningkatnya tekanan sistolik menyebabkan besarnya kemungkinan timbulnya kejadian stroke dan myocard infark bahkan walaupun tekanan diastoliknya dalam batas normal (isolated systolic hypertension)Isolated systolic hypertension adalah bentuk hipertensi yang paling sering terjadi pada lansia. Pada suatu penelitian, ia menempati 87% kasus pada orang yang berumur 50 sampai 59 tahun (Kannel WB et al, 2001).

Tekanan diastolik adalah gaya yang dikeluarkan pada saat jantung terisi oleh darah balik. Tekanan diastolik yang tinggi atau disebut hipertensi diastolik adalah prediktor kuat terhadap kejadian serangan jantung dan stroke pada dewasa muda (Kannel WB et al, 2001).

Incoming search terms:

  • laporan pendahuluan hipertensi
  • patogenesis hipertensi
  • manifestasi klinik hipertensi
  • pengertian manifestasi klinis
  • laporan pendahuluan hipertensi pada lansia
  • lp hipertensi pada lansia
  • patofisiologi hipertensi pada lansia
  • manifestasi klinis hipertensi
  • laporan pendahuluan askep hipertensi
  • isolated hipertensi