Diet Puasa
August 19, 2014
Pola Makan Sehat Penderita Diabetes
December 13, 2014

Mengatasi Kasus Malpraktek Kedokteran

Malpraktek sudah merupakan istilah biasa yang terdengar di telinga kita. Malpraktek pada umumnya terjadi di dalam dunia kedokteran, dimana seorang dokter melanggar kode etik mereka.

Kasus malpraktek kedokteran adalah sebuah proses dimana terjadi kesalahan prosedur dalam penanganan seorang pasien yang dilakukan oleh dokter. Kesalahan ini dapat berupa kesalahan diagnose, kesalahan pemberian terapi, ataupun kesalahan dalam hal penanganan pasien oleh dokter.

Di dalam berbagai kasus malpraktek kedokteran, pasien merupakan pihak yang dirugikan. Pasien bukan hanya menderita kerugian secara materil, parahnya pasien juga mengalami kerugian pada kejiwaan dan mentalnya, hal ini tentu saja berdampak pada keluarga pasien juga.

Tidak jarang di dalam kasus malpraktek ini seorang dokter dapat menyebabkan terancamnya nyawa seorang pasien yang berujung pada kematian. Apabila nyawa pasien dapat diselamatkan, akan muncul juga berbagai dampak lain, sebagai contoh adanya kecacatan pada seseorang.

Di Indonesia, hak-hak pasien di dalam kasus malpraktek ini belum banyak digunakan oleh korbannya. Mungkin salah satu alasannya adalah belum banyak pasien di Indonesia yang memahami peraturan yang tercantum di dalam Undang-undang Kesehatan yang mana menjamin hak-hak pasien di dalam mendapatkan layanan kesehatan yang baik.

Selain karena sosialisasi yang masih kurang tersebut, hal ini juga disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia, khususnya pada masyarakat menengah ke bawah yang belum cukup mampu untuk memahami masalah Undang-undang yang dianggap rumit.

Akibatnya, masih banyak pasien yang pada akhirnya hanya bisa pasrah ketika berada di dalam masalah kesehatan, khususnya bagi korban malpraktek.

Seharusnya, dalam mengatasi kasus malpraktek kedokteran pemerintah memberikan perhatian yang lebih. Sebagai contoh, pemerintah bisa memberikan penyuluhan dan seminar mengenai malpraktek, agar korban-korban malpraktek kedokteran mampu mengklaim apa yang menjadi haknya, bukan hanya semata-mata dirugikan, sedangkan oknum yang melakukannya dapat terus berada di dalam zona aman.

Malpraktek bisa juga terjadi bukan karena kelalaian medic. Malpraktek juga bisa dilakukan secara sengaja (professional misconduct), yang merupakan bentuk kesengajaan dan dilakukan di dalam bentuk pelanggaran terhadap ketentuan etik yang berlaku, pelanggaran terhadap ketentuan disiplin profesi, dan masih banyak lagi.

Malpraktek ini sering sekali terjadi, khususnya di Indonesia. Salah satu bentuk contoh yang paling sederhana adalah aborsi illegal, euthanasia, penyerangan seksual, misrepresentasi atau fraud, menggunakan keterangan palsu iptekdok yang belum teruji, berpraktek tanpa SIP, dan masih banyak lagi.

Kelalaian dalam medis dapat terjadi dalam 3 bentuk, yaitu malfeasance, misfeasance, dan nonfeasance. Malfeasance berarti melakukan tindakan yang melanggar hokum, sebagai contohnya melakukan tindakan medis tanpa indikasi yang memadai.

Misfeasance berarti melakukan pilihan tindakan medis yang tepat, tetapi cara pelaksanaannya tidak tepat, yaitu misalnya dengan melakukan tindakan medis yang meyalahi prosedur yang telah ditetapkan.

Sedangkan nonfeasance berarti, tidak melakukan kegiatan medis sebagaimana bila hal itu merupakan kewajibannya.

Nah, untuk mengatasi kasus malpraktek kedokteran, ada beberapa tips yang boleh anda coba.

1.      Tips menghindari terjadinya malpraktek

Dari pada mengobati, lebih baik kita mencegah. Adapun beberapa tips itu, anatara lain :

  • Pilihlah tempat pengobatan yang memiliki reputasi yang baik. Jangan ragu bila ternyata lokasi dan harganya lebih mahal, jika memang tempat tersebut memiliki pelayanan kesehatan yang baik dan memadai.
  • Jangan takut untuk meminta dokter yang kita percayai untuk menangani diri kita. Jika dokter yang ditawarkan tidak memenuhi criteria kita, lebih baik katakana untuk meminta dokter yang dapat kita percaya.
  • Sangat dianjurkan bagi anda untuk tidak ragu jika anda ingin bertanya pada dokter atas tindakan medis yang ia lakukan. Tanyakan mengenai dignosa, dasar tindakan yang dilakukan, dan mengenai manfaat dari tindakan medis yang ia lakukan tersebut.
  • Jangan ragu untuk bertanya tentang jenis obat yang ia anjurkan bagi kita. Sebab, tidak sedikit dokter yang demi mengejar komisi dari perusahaan distributor obat akan memberikan daftar obat yang lebih banyak dan melampaui komposisi normal kepada pasiennya.

Inilah cara mengatasi kasus malpraktek kedokteran yang boleh anda terapkan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.