PENYAKIT PADA BAGIAN-BAGIAN MATA
November 27, 2012
Tips Paten Wajah Cantik Alami
November 29, 2012

KLEBSIELLA, GOLONGAN BAKTERI PENGGANGGU SALURAN PERNAFASAN

Istilah klebsiella tentunya masih sangat asing bagi telinga anda. Wajar saja, karena istilah ini amat jarang dipakai atau digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dengan melihat judulnya klebsiella, golongan bakteri pengganggu saluran pernafasan anda pasti bisa menebak bahwa klebsiella adalah bakteri.

Memang benar klebsiella adalah salah satu bakteri yang ada di dalam tubuh manusia. Bakteri ini merupakan bakteri yang dapat menimbulkan gangguan pada saluran pernafasan. Saluran pernafasan yang biasanya diserang oleh bakteri ini adalah saluran pernafasan bagian atas atau hidung.

Nama bakteri ini, klebsiella diberikan sesuai dengan yang menemukannya, yaitu Edwin Klebs. Edwin klebs merupakan seorang ahli mikrobiologi yang berasal dari Jerman pada abad ke 19. Untuk lebih mengenal klebsiella, golongan bakteri pengganggu saluran pernafasan, simaklah uraian yang akan disampaikan berikut ini.

1.      Jenis klebsiella

Bakteri ini merupakan P. Aerugenosa, yaitu patogen nosokomial dan juga merupakan metode untuk pengendalian yang mirip dengan patogen untuk infeksi notokomial lainnya. P. Aerugenosa merupakan sel yang mudah tumbuh pada tempat yang basah dan lembab.

Klebsiella, golongan bakteri pengganggu saluran pernafasan bisa dicegah dengan cara menjaga dan memperhatikan kebersihan di lingkungan sekitar kita hidup, terutama tempat yang basah seperti kamar mandi, bak cuci atau tempat penampungan air.

Bakteri ini bisa hidup dimana-mana, bakteri ini pada umumnya juga ditemukan di kulit, kerongkongan atau saluran pencernaan, bahkan bakteri ini juga berada pada luka yang steril sekalipun pada urin atau air seni.

Apabila daya than tubuh penderita melemah, maka bakteri ini bisa berpindah ke organ lainnya. Biasanya, orang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah adalah pecandu alcohol, penderita diabetes atau penderita penyakit lainnya.

Ada dua jenis bakteri klebsiella, yaitu klebsiella rhinoscleromatis dan ozen. Untuk jenis rhinoscleromatis, biasanya dapat menyebabkan peradangan pada hidung yang cukup serius. Selain itu, penyebaran bakteri ini juga sangat cepat dan dapat memperburuk keadaan peradangan tersebut.

Untuk jenis ozen, bakteri ini dapat mmebuat rongga hidung seperti membeku yang disertai dengan keluarnya nanah dari rongga hidung. Sesuai dengan namanya klebsiella, golongan bakteri pengganggu saluran pernafasan, penyakit ini sangat berbahaya dan perlu diwaspadai.

2.      Gejala penyakit

Pada umumnya, gejala yang dihasilkan oleh penderita yang terkena oleh bakteri ini bermacam-macam tergantung dengan jenis mana yang dideritanya. Dari jenis atau spesies yang dimiliki oleh bakteri ini, efek yang biasanya ditimbulkan antara lain : misalnya klebsiella pneumonia bakteri yang menyerang paru-paru dan menyebabkan pembengkakan terhadap organ ini, sehingga antara lobus kiri dan kanan tidak sama besar.

Selain itu, bakteri jenis ini juga mampu membuat penderitanya batuk berdarah, bronkitis, demam, penebalan dinding mukosa, dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk klebsiella jenis rhinoscleromatis dan jenis ozen akan membuat tubuh penderita muncul bintik-bintuk merah yang biasanya disebut sebagai granul, ingus penderita akan berwarna hijau dan memiliki bau yang khas, benjolan pada rongga hidung, sakit kepala, dan berbagai gangguan lain pada hidung.

Pada penderita yang sudah lanjut usia, efek yang ditimbulkan oleh bakteri ini tidak akan terlalu nampak, hal ini disebabkan karena sistem imun yang sudah menurun. Pada umumnya, efek yang Nampak adalah sakit kepala atau pusing dan pada beberapa kasus akan menyebabkan pingsan.

3.      Pengobatan klebsiella

Pada umumnya, pengobatan akan dilakukan berdasarkan organ mana yang diserang oleh bakteri ini. Pada awalnya pengobatan untuk penyakit ini akan dilakukan terapi empiris yang kemudian dilanjutkan dengan agen antimikroba tergantung pada pola mana yang diinfeksi oleh bakteri ini.

Selanjutnya akan dilakukan konfirmasi pengobatan. Pada penderita penyakit ini dan berada dalam kasus yang parah, maka biasanya akan diberikan obat yang termasuk ke dalam sefalosporin generasi ke tiga, misalnya cefotaxime atau ceftriaxone.

Obat tersebut biasanya diberikan untuk kepentingan mono terapi atau terapi kombinasi sebagai langkah awal dari pengobatan terhadap infeksi oleh bakteri ini. Anda boleh saja melakukan mono terapi atau mengonsumsi obat-obatan saja.

Inilah uraian singkat mengenai klebsiella, golongan bakteri pengganggu saluran pernafasan. Semoga bermanfaat