Mengupas Tuntas Kapita Selekta Kedokteran
September 18, 2012
Sumber Alami Vitamin Bayi
September 18, 2012

Kewajiban Menjalankan Kode Etik Kedokteran

Kode etik merupakan suatu peraturan dimana peserta di dalamnya harus menaatinya. Sebagai contohnya, mungkin beberapa di antara kita pernah mendegar adanya kode etik iklan yang tidak boleh saling menjatuhkan. Sama halnya dalam bidag kedokteran. Adak ode etik yang mutlak dan wajib ditaati oleh seluruh orang yang berprofesi sebagai dokter.

Kode ini dengan sengaja disusun agar menjadi sebuah landasan bekerja seorang dokteer, dimana nilai etika dan moral sangat dibutuhkan ketika adanya interaksi antara dokter/perawat terhadap pasien.

Untuk lebih jelas tentang kewajiban menjalankan kode etik kedokteran, simaklah yang berikut ini.

1.      Latar belakang adanya kode etik kedokteran
 
Sebenarnya, persoalan kode etik kedokteran ini sudah dipersoalkan dari jaman dahulu. Kode etik ini telah berupaya dirumuskan oleh seorang filsuf terkenal dari Yunani, yaitu Hipocrates, Inhotep dari Mesir, Gelanus dari Italia, yang telah gigihnya memperjuangkan dan meletakkan sebuah tradisi bagi profesi kedokteran untuk menjadi profesi yang mulia, karena bertujuan untuk membela kemanusiaan.

Setelah era itu berlalu, peninggalan tersebut kemudian mulai dilanjutkan oleh penerusnya untuk dijadikan sebagai sebuah pedoman dan aturan profesi professional bagi seluruh insan kedokteran di seluruh dunia. Dimana salah satu tujuan dari penetapan kode tersebut adalah untuk mengutamakan kepentingan pasien apapun caranya. Tidak membedakan yang mana pasien yang kaya, yang miskin, mana yang keturunan ningrat, dan mana yang rakyat jelata.

Sebenarnya, kode etik ini bukanlah sesuatu yang statis. Pendasarannya dilandaskan pada nilai atau tata aturan yang dianut oleh masyarakat di dalam suatu daerah, seperti contoh dalam konteks Negara Indonesia, landasannya dilandaskan pada pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan idiil dan struktur bangsa kita.

Kode etik di Indonesia disusun dengan tujuan untuk memaksimalkan pelayanan yenaga medis terhadap masyarakat luas, melalui pendidikan dan berbagai penelitian mengenai kesehatan. Aturan-aturan yang tertuang dalam kode etik kedokteran tersebut bersifat mengikat dan tak ada alasan untuk tidak ditaati oleh para dokter yang tergabung ke dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Hal ini karena semua tujuan dokter adalah untuk kesembuhan pasiennya.

2.      Kode etik kedokteran
 
Dalam kode etik kedokteran, ada 6 sifat dasar yang harus ditunjukkan oleh setiap dokter, diantaranya :
Sifat keTuhanan
Kemurnian niat
Keluhuran budi
Kerendahan hati
Kesungguhan kerja
Integritas ilmiah dan social

Penuangan aturan dalam kode etik kedokteran Indonesia, secara umum terbagi dalam 3 dasar, yakni peraturan umum, kewajiban dokter kepada pasien, dan kewajiban dokter kepada sesame rekan kerjanya. Yang termasuk ke dalam peraturan umum, antara lain :

Semua dokter wajib menghayati  dan mengimplementasikan sumpah dokter.
Semua dokter wajib bekerja secara professional dan mengupayakan kesembuhan bagi pasien merupakan segala-galanya.
Dalam menjalankan tugasnya, seorang dokter tidak boleh dilandasi dengan unsur pragmatisme, dimana keuntungan pribadi merupakan prioritas tertingginya.
Setiap dokter boleh memberikan nasehat atau petunjuk yang mungkin saja dapat melemahkan keadaan psikologi seorang pasien, asalkan tujuannya untuk pasien tersebut.
Seorang dokter dalam memberikan keputusan atau keterangan yang bersifat medis, senantiasa harus didasarkan pada objektifitas dan keilmiahannya dapat dibuktikan secara valid dan sah.

Adapun tanggung jawab seorang dokter terhadap pasiennya, diantaranya :

Seorang dokter harus mengusahakan kesembuhan pasien secara maksimal, dan itu merupakan hal yang paling utama.
Seorang dokter wajib dilandasi oleh niat yang tulus dan ikhlas ketika ia mengimplementasikan berbagai kemampuannya untuk tugas kemanusiaan.
Setiap dokter harus memberikan kesempatan selebar-lebarnya kepada pasien untuk selalu berhubungan dengan keluarga, kerabat, atau siapapun yang dikehendaki oleh pasiennya.

Selain itu, ada juga tanggung jawab dokter terhadap rekan sejawatnya, diantaranya :

Seorang dokter harus memerlukan teman sejawat layaknya ia memperlakukan dirinya sendiri.
Seorang dokter juga tidak diperkenankan untuk mengambil pasien rekan sejawatnya tanpa seijinnya.

Inilah kewajiban menjalankan kode etik kedokteran di Indonesia yang harus senantiasa dipatuhi oleh setiap dokter untuk memaksimalkan kedokteran yang ada di Indonesia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.