Ekstraksi Temulawak
August 12, 2012
Hal yang penting untuk dipertimbangkan sebelum memilih antibiotik
August 12, 2012

Dosis dan Toksisitas Ekstrak Etanol Temulawak

DOSIS

Ekstrak etanol curcuma xanthorrhiza yang telah distandarisasi mempunyai efek analgesic yang signifikan pada pengindukksian rasa sakit oleh formalin. Pada eksperimen dengan hewan coba telah dihasilkan bahwa pada pemberian ekstrak 200mg/kg sampai 400mg/kg berat badan menunjukan hasil yang signifikan pada penurunan uji licking of paw dalam fase awal (nyeri neurogenic) dan fase akhir (nyeri inflamasi) (Devaraj et al.,2010). Sehingga pada penggunaannya digunakan dosis tersebut untuk mendapatkan efek analgesik.

1mg ekstrak curcuma xanthorrhiza setara dengan 0.1238 mg xanthorrhizol

 

          TOKSISITAS

Pemberian oral dari ekstrak etanol curcuma xanthorrhiza menunjukan tidak menimbulkan kematian pada tikus dengan dosis sampai 5g/kg. tidak ada toksisitas yang ditemukan pada kulit, bulu atau mata. Tidak ada perubahan perilaku pada salvias, pola tidur, diare atau letargi yang ditemukan pada hewan coba. Jadi hasil ini menunjukan bahwa curcuma xanthorrhiza tidak toksik dan aman pada dosis 300mg/kg,2000mg/kg dan 5000mg/kg. sehingga ekstrak tanaman ini aman untuk digunakan pada pengobatan (Devaraj et al.,2010).

 

DAFTAR PUSTAKA 

1) Anonimous. 1994. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bogor. 311 Hal.

2) Anonimous. 1989. Vademekum Bahan Obat Alam. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. 411 Hal.

3) Anonimous. 2001. Profil Tanaman Obat di Kabupaten Sumedang. Pemerintah Kabupaten Sumedang. Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Hal. 37.

4) Rahmat Rukmana, Ir. 1995. Temulawak: Tanaman rempah dan obat. Penerbit Kanisius. Yogyakarta

5) Sardiantho. 1997. Empat Tanaman Obat untuk Asam Urat. Trubus No. 331 Jakarta, Februari 2000 Sumber: Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS Editor : Kemal Prihatman

 

Jaruga et al., 1998 dan Pan et al., 1999. Kunyit (Curcuma longa Linn.). Diperoleh tanggal 20

April 2009 dari http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com

Sastry, B.S. 1970. Curcumin Content of Turmeric. Res. Ind., 15 (4), 258–260.

Sudarsono et.al,. 1996. Kunyit (Curcuma longa Linn.). Diperoleh tanggal 20 April

2009 dari http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com

Dandekar dan Gaikar. 2002. Microwave Assisted Extraction Of Curcuminoids From Curcuma   Longa.

 

Sidik, Mulyono M.W., & Muhtadi A., 1986, Temulawak (Curcuma xanthorriza Robx.), Yayasan Pengembangan Obat Bahan Alam Phytomedica, Jakarta.

 

Srijanto,Bambang et al. 2007. Pengaruh Waktu, Suhu dan Perbandingan Bahan Baku-Pelarut Pada Ekstraksi Kurkumin dari Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) dengan pelarut Aseton.Semarang.

 

Devaraj, Sutha,.et al. 2010. Evaluation of the Antinociceptive Activity and Acute Oral Toxicity of Standardized Ethanolic Extract of the Rhizome of Curcuma xanthorrhiza Roxb.Malaysia.

 

Sears, B. The Anti-Inflammation Zone—Reversing the Silent Epidemic That’s Destroying Our

Health; Harper Collins Publishers: New York, NY, USA, 2005; pp. 75–87

 

Hwang, J.K.; Shim, J.S.; Pyun, Y.R. Antibacterial activity of xanthorrhizol from Curcuma

xanthorrhiza against oral pathogens. Fitoterapia 200071, 321–323.

 

Yaya, R.; Dongeun, Y.; Hwang, J.K. In vitro anticandidal activity of xanthorrhizol isolated from

Curcuma xanthorrhiza Roxb. J. Antimicrob.Chemother. 200657, 1231–1234.

 

Lim, C.S.; Jin, D.Q.; Mok, H.; Oh, S.J.; Lee, J.U.; Hwang, J.K.; Ha, I.; Han, J.S. Antioxidant and

anti-inflammatory activities of xanthorrhizol in hippocampal neurons and primary cultured

microglia. J. Neurosci. Res200582, 831–838.

 

Sharin, R.; Abas, F.; Khozirah, S.Characterization of the components present in the active

fractions of health gingers (Curcuma xanthorrhiza and Zinger zerumbet) by HPLC-DAD ESIMS.Food Chem2007,104, 1183–1191.

 

Simon, M.; Cherry, B. Principles and Practice of PhytotherapyModern Herbal Medicine;

Churchill Livingstone Publishers: New York, NY, USA, 2006; pp. 569–578.