Diet Protein
August 18, 2014
Mengatasi Kasus Malpraktek Kedokteran
September 18, 2014

Diet Puasa

Puasa Muslim tidak hanya dianjurkan, disarankan, tetapi bahkan diwajibkan puasa. Yaitu puasa di bulan Ramadhan. Dan ini jelas suatu pengaturan pola makan yang sangat teratur dan terencana.

Sedangkan dalam ajaran Islam, lebih komplit dan lengkap lagi. Diet diartikan sebagai Tidak boleh berlebihan dalam segala sesuatu. Dalam hal ini termasuk makan. Bahkan ada sebuah riwayat hadis terkenal, yaitu  “ Makanan yang dimakan oleh satu orang kafir itu cukup untuk dimakan oleh tiga orang muslim “.

Artinya jelas, bahwa seorang muslim sangat dibatasi dan diatur makan-nya. Bahkan jika mengacu kepada ajaran para sufi, akan lebih ketat lagi. Mereka tidak akan makan ( bahkan jarang makan ) jika memang tidak “terpaksa perlu” makan dan ketika makan tidak pernah mengeyangkan.

 Tuntutan untuk memiliki penampilan prima dan tubuh yang ideal memang menjadi sebuah hal wajar. Terutama bagi mereka yang memiliki profesi yang mengharuskan bertemu banyak orang. Penampilan tentulah menjadi sebuah prioritas. Namun, tubuh yang ideal tentu tidak bisa didapatkan dalam sekejap. Butuh disiplin dan ketekunan mulai dari menjaga pola makan hingga rutin berolahraga. Sayangnya, kini tidak sedikit orang yang mencari cara instan untuk mendapatkan tubuh sesuai keinginan mereka. Berbagai upaya pun dilakukan, mulai dari meminum suplemen yang dipercaya dapat menurunkan berat badan hingga diet puasa yang makin ngetren akhir-akhir ini.

Jika puasa identik dengan tidak makan dan minum, berbeda dengan OCD. Bagi pelaku diet jenis satu ini, para pelaku memang tidak disarankan untuk makan di jam yang mengharuskan pelakunya berpuasa, bukan berarti tidak boleh minum. Minum boleh saja, asal tidak berkalori.

Pada saat berpuasa, Anda dibebaskan untuk minum apa saja. Tapi sekali lagi, yang tidak berkalori. Contohnya, air mineral, teh tanpa gula, dan kopi pahit. Ingat, kalau hendak mengonsumsi kopi, ada baiknya jangan yang berasal dari kopi kemasan, melainkan meraciknya sendiri.

Berikut adalah beberapa kiat pola diet yang sehat saat berpuasa untuk mencegah tubuh bertambah gemuk saat puasa sekaligus menjaga asupan gizi untuk mencegah penyusutan otot :

1.  Hindari porsi besar

 Pada saat awal berbuka, jangan langsung menyantap hidangan dalam porsi besar. Disarankan untuk makan besar adalah setelah sholat Maghrib. Makan berlebihan saat buka akan mengakibatkan rasa tidak nyaman di lambung dan mengganggu pencernaan

2.   Jangan berbuka dengan makanan manis

 Hindari makanan manis dengan Glycemic Index (GI) yang sangat tinggi saat berbuka puasa. Konsumsi makanan manis saat kondisi perut yang kosong dapat memicu respon insulin yang tinggi sehingga bereaksi menyimpan makanan sebagai lemak tubuh.

3.   Air dan berbagai zat penting lainnya

 Awali buka puasa dengan minum air putih. Lalu konsumsilah buah kurma bebas pemanis atau buah secukupnya. Sehabis sholat maghrib baru makan besar kaya karbohidrat kompleks (nasi beras merah, roti gandum utuh, ubi, atau kacang hijau), protein (dada ayam, daging, ikan, tempe, susu rendah lemak), dan sayur-sayuran. Akhiri dengan konsumsi 1-2 butir suplemen multivitamin dan mineral untuk meningkatkan ketahanan tubuh.

4.   Hindari minuman dingin dan bersoda

 Hindari minuman dingin, bersoda, atau yang dicampur es saat berbuka. Es dapat menahan rasa lapar sehingga hidangan lain yang lebih bergizi dan sangat diperlukan tubuh untuk memulihkan stamina tidak sempat disantap. Minuman bersoda hanya memberi rasa kenyang tanpa gizi dan keasamannya rendah sehingga mengganggu pencernaan.

5.  Makan lagi setelah berolahraga

 Sesudah latihan fitnes (setelah tarawih), konsumsilah 2-3 sendok makan madu atau beberapa butir kurma bebas pemanis. Tambahkan suplemen protein bila diperlukan. Pastikan minum 500 ml-1 liter air selama berolahraga. Makan lagi dengan menu sama seperti berbuka namun porsinya kecil atau sedang saja. Jika masih lapar, makanlah camilan sehat seperti kacang kulit atau kacang sangrai.

6.  Makanan berserat

 Saat sahur, konsumsilah makanan berkadar lemak rendah, tinggi karbohidrat kompleks (oatmeal, roti gandum, nasi beras merah, jagung, atau ubi), protein yang cukup (ayam, ikan, atau telur), dan makanan kaya serat dan lamban cerna (sayur-sayuran dan buah-buahan) untuk menopang kebutuhan kalori saat berpuasa. Hindari makanan berlemak karena dapat menimbulkan rasa tidak nyaman selama berpuasa. Akhiri dengan 1-2 butir suplemen multivitamin dan mineral.