Diet Ala Astrid Tiar
April 18, 2014
Pola Makan Sehat Penderita Diabetes
May 13, 2014

Diet Alkaline

Diet Alkaline

 

Diet adalah jumlah makanan yang dikonsumsi oleh seseorang atau organisme tertentu. Jenis diet sangat dipengaruhi oleh latar belakang asal individu atau keyakinan yang dianut masyarakat tertentu. Walaupun manusia pada dasarnya adalah omnivora, suatu kelompok masyarakat biasanya memiliki preferensi atau pantangan terhadap beberapa jenis makanan.

Berbeda dalam penyebutan di beberapa negara, dalam bahasa Indonesia, kata diet lebih sering ditujukan untuk menyebut suatu upaya menurunkan berat badan atau mengatur asupan nutrisi tertentu. Artikel ini akan membahas mengenai diet dalam pengertian yang kedua.

Dalam pekembangannya, diet dalam konteks upaya mengatur asupan nutrisi dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

–  Menurunkan Berat (Massa) Badan misalnya bagi model atau aktris yang ingin menjaga penampilannya.

–   Meningkatkan Berat (Massa) Badan misalnya bagi olahragawan atau atlet binaraga yang ingin meningkatkan massa otot.

–   Pantang Terhadap Makanan Tertentu misalnya bagi penderita diabetes (rendah karbohidrat dan gula).

Berdasarkan riset yang dilakukan terhadap populasi penduduk Amerika Serikat, terdapat 60,5% penduduk berusia dewasa mengalami kondisi berat badan berlebih (data tahun 2005). Berdasarkan data tersebut, beberapa ahli yakin bahwa kebiasaan hidup dan pola makan memegang faktor yang lebih dominan dalam memengaruhi berat badan seseorang bila dibandngkan faktor internal. Dua faktor eksternal yang sangat dominan adalah aktivitas fisik dan asupan nutrisi. Seseorang dapat dengan mudah mengurangi berat badannya tanpa perlu mengonsumsi obat-obatan pembakar lemak dan semacamnya dengan meningkatkan aktivitas serta mengurangi asupan makanan ke dalam tubuhnya. Berikut ini adalah beberapa tips untuk menjalankan diet sehat.

 Salah satu metode diet untuk menjaga keseimbangan berat badan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan adalah diet alkaline.

1.      Diet alkaline

 Alkaline diet atau diet alkalin adalah pengaturan pola makan untuk menyeimbangkan pH dalam tubuh. Program yang juga dikenal dengan nama ‘pH Diet’ atau ‘Acid-Alkaline Diet’ ini dipraktikkan oleh beberapa selebriti seperti Kirsten DunstAnna Faris, dan Gwyneth Paltrow.

Dasar teori dari alkaline diet adalah tubuh menjadi sasaran empuk penyakit jika bersifat asam. Oleh karena itu, kita membutuhkan makanan alkaline (bersifat basa) yang dapat mempertahankan keseimbangan pH dalam darah.

Cara kerja program diet ini adalah menyeimbangkan pH hingga tingkat optimal, lalu membangun sel dan jaringan tubuh, sehingga badan menjadi sehat. Dengan diet ini, berarti juga telah melakukan detoksifikasi (pembuangan racun dari dalam tubuh), sehingga sel-sel tubuh dapat berfungsi dengan baik.

Alkaline diet memiliki beberapa manfaat, di antaranya meningkatkan energi, memperbaiki pencernaan, menurunkan berat badan, serta mengurangi nyeri. Tak hanya itu, tekanan darah tinggi dan kadar gula dalam darah juga dapat diatasi dengan metode ini.

Dengan alkaline diet, Anda akan memperoleh kekebalan tubuh yang lebih baik. Proses penuaan pun dapat diperlambat. Apalagi, mengonsumsi makanan bersifat basa dipercaya dapat membuat gigi dan gusi menjadi lebih sehat. Namun, semua manfaat tersebut belum dibuktikan secara ilmiah.

2.      Cara melakukannya

 Apa saja makanan yang bersifat asam, dan mana saja yang bersifat basa? Sebenarnya terdapat salah kaprah di masyarakat awam. Selama ini, makanan yang terasa asam dianggap dapat membentuk efek asam pula dalam tubuh. “Padahal yang dimaksud adalah pengaruh makanan setelah tertelan (bukan di lidah, red.),” ujar ahli gizi klinis, Dr. Nupur Krishnan.

Makanan ‘asam’ menambahkan ion hidrogen ke dalam tubuh, sehingga tubuh semakin bersifat asam. Sebaliknya, makanan alkaline justru menghilangkan ion hidrogen sehingga dapat mengurangi kadar asam dalam tubuh. Inilah daftar makanan asam dan basa:

 

–    Asam. Jagung, lentil, zaitun, kentang, lemak hewan, minyak nabati, oat, beras, gandum, daging sapi, ayam, domba, tiram, lobster, susu, mentega, keju, es krim, margarin, gula, saus salad botolan, pemanis buatan, dan cuka masak.

–    Basa. Brokoli, wortel, kembang kol, mentimun, terung, bawang putih, tomat, asparagus, bayam, kelapa, apel, aprikot, alpukat, pisang, blackberry, jeruk Bali, anggur, lemon, jeruk nipis, muskmelon, jeruk, almond, air putih, teh herbal dan teh hijau, minyak zaitun, minyak flax seed, cuka apel, molasses, rempah, sirup maple dan madu organik.