July 27, 2012

Keputusan Mayor Persediaan Barang – Manajemen Farmasi

3. KEPUTUSAN MAYOR KONTROL PERSEDIAAN BARANG Diskon tunai adalah pengurangan harga yang ditawarkan kepada orang-orang yang membayar tagihan mereka tepat pada waktunya. Mereka ditawarkan oleh pemasok karena diskon tunai itu bisa mengamankan uang mereka dengan mengurangi risiko kredit dan kerugian dari kredit macet. Mereka juga mengizinkan pemasok untuk menginvestasikan atau menanam uang kembali dari awal
July 27, 2012

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan manajer apotek untuk pembelian

Keputusan mengenai jenis produk yang distok mempertimbangkan keadaan dan kebutuha pasien, konsumen dan dokter. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan manajer apotek untuk pembelian : Penggunaan sebelumnya. Manajer apotek harus mekaji ulang laporan penggunaan obat yang lalu dan yang baru serta memesan obat yang diresepkan untuk menentukan apa yang harus dibeli. Target pemasaran. Tempat pemasaran dimana lokasi
July 27, 2012

Contoh Pengambilan Keputusan Farmasi

Kasus di Industri Farmasi Salah satu perusahaan farmasi di Indonesia merencanakan akan mengeluarkan produk obat baru yaitu obat batuk hisap. Penggunaan obat secara hisap belum begitu familiar untuk masyarakat umum. Perusahaan farmasi ini pun juga untuk pertama kalinya mengeluarkan produk obat hisap. Sebelumnya, mereka hanya mengeluarkan dalam bentuk syrup. Permintaan untuk mengeluarkan obat hisap sebenarnya
July 27, 2012

Keputusan Farmasi dalam Kontrol Penyimpanan – Manajemen Farmasi

Memutuskan metode dari kontrol penyimpanan   Walaupun sistem kontrol penyimpanan dapat dan harus dikembangkan untuk  disesuaikan dengan kebutuhan farmasi yang khusus, kontrol penyimpanan dapat diklasifikasikan dengan tepat secara visual, periodic, atau sistem perpetual. Setiap kontrol sistem kontrol tersebut dapat digunakan secara efektif di apotek, tergantung pada situasi tertentu/khusus. Sistem kontrol yang tidak mahal dan umumnya
July 27, 2012

TUJUAN DALAM PEMBELIAN DAN KONTROL PERSEDIAAN BARANG – Manajemen Farmasi

TUJUAN DALAM PEMBELIAN DAN KONTROL PERSEDIAAN BARANG Tahap awal dalam proses pembelian dan kontrol persediaan barang adalah menetapkan barang yang benar-benar dibutuhkan. Pada dasarnya hampir semua farmasis mempunyai beberapa barang keperluan yang sama, yang mungkin dibeli dengan harga yang rendah mungkin dan mengadakan persediaan barang yang dibutuhkan. Perdagangan akan lebih menghasilkan dari  pembelian yang efisien dan persediaan yang optimal. Dan yang pasti […]
July 27, 2012

Keputusan dalam Pembelian – Manajemen Farmasi

2. KEPUTUSAN UTAMA SAAT PEMBELIAN Pemesanan untuk memperoleh keuntungan yang maksimal dari suatu pembelian harus mempertimbangkan yang memerlukan pengawasan dalam pembelian produk farmasi dan dengan dasar prosedur yang berkala. Pengawasan pembelian harus fleksibel dan mencerminkan kebutuhan untuk mencapai tujuan dan rencana farmasi. Farmasi harus meninggalkan koridor kebijakan yang ada untuk merespon keadaan yang tidak terduga seperti, keperluan yang tidak biasanya dan adanya […]
July 26, 2012

Wetting Agent

Fungsi Bahan Macam bahan dan karakteristik Bahan terpilih Wetting Agent Propilenglikol (HPE P. 521) a. Karakteristik Fisika Organoleptis : jernih, tidak berwarna, kental, praktis tidak berbau, manis Kelarutan : larut sebagian dalam aseton, CHCl3, etanol, gliserin, air, larut dalam 1 : 6 bagian eter, tidak larut dalam minyak lemak tapi larut dalam esential oil. Viskositas : 58,1 mPas at 20oC b. Karakter Kimia Stabilitas : dalam […]
July 25, 2012

Pemanis dan Pengawet Sediaan Sirup

Pemanis Bahan Sifat Fisiko Kimia Keterangan Lain Sakarin Na (HPE 2nd ed, p.418) Pemerian: Serbuk hablur, putih, tidak berbau atau agak aromatic, sangat manis. 300x lebih manis dari sukrosa. Kelarutan: Larut dalam 1,5 bagian air dan dalam 50 bagian etanol 95% p. (FI III hal. 561) Inkompaktibilitas: – ADI: 2,5 mg/kg BB Rentang pemakaian= 0,04-0,25% Sorbitol (HPE 2nded, p. 477) Pemerian: Serbuk, butiran […]
July 25, 2012

Pembahasan Sintesis Asam Asetil Salisilat

Reaksi sintesis Asam Asetil Salisilat merupakan reaksi esterifikasi. Asam Asetil Salisilat disintesis dengan mereaksikan asam salisilat dengan anhidrida asetat, reaksi yang terjadi tergolong reaksi asetilasi. Mekanisme yang terjadi dalam reaksi ini adalah adisi diikuti dengan eliminasi sehingga secara keseluruhan merupakan reaksi subtitusi. Reaksi subtitusinya termasuk reaksi SN2.  Yang bertindak sebagai nukleofil adalah anhidrida asetat. Dalam reaksi ini digunakan asam sulfat pekat sebagai katalis. […]
July 25, 2012

Monografi dan Efek Terapi Asam Asetil Salisilat

I. 2       Monografi Asam Asetil Salisilat Nama lain dari asam asetil salisilat yaitu Asetosal, Aspirin, 2-( acetyloxy ) benzoic acid, Salicylic acid acetate, 2 –acetoxybenzoic acid, Acetilum acidulatum, Acenterine, Acetycyl, Acetophen. Asetosal adalah golongan ester yang memiliki rumus molekul C9H8O4 dengan berat molekul 180,15. Asetosal berupa hablur tak berwarna atau hablur putih berbentuk jarum atau lempengan yang mmpunyai rasa asam. Dalam udara lembab, […]