August 7, 2012

Penatakasanaan Terapi pada Penderita Diabetes Melitus dan Osteoarthritis

KASUS Ani 65 tahun, osteoarthritis dan diabetes mellitus. Gula darah puasa 200 g/dl. 2 jam post prandial 300 g/dl diterapi piroxicam dan glibenclamid. Bagaimana menurut anda? Jelaskan alasan farmakologinya.   TINJAUAN KASUS 1.      Usia 65 tahun 2.      Diabetes Mellitus 3.      Osteoarthritis   DIABETES MELLITUS Diabetes mellitus (DM) yang umum dikenal sebagai kencing manis adalah penyakit yang ditandai dengan hiperglikemia (peningkatan kadar gula darah) yang terus-menerus dan bervariasi, terutama setelah makan. Semua jenis diabetes […]
August 7, 2012

Penatalaksanaan Terapi pada Penderita Asma, Ulkus Peptikum dan Hipertensi

Kasus Pak Totok perokok berat, umur 50 tahun, BB 60 kg, tek darah 160/90, riwayat keluarga pengidap asma, pak totok mempunyai penyakit ulkus peptikum kronik, karena salah makan penyakit tukak lambungnya kambuh, pak totok mendapat pengobatan obat anti ulcer tablet cimetidin 300 mg, 3×1 hari selama 2 minggu. Suatu hari pak totok tiba-tiba mengalami sesak nafas akut disertai batuk-batuk berlendir, dan nafas […]
August 7, 2012

Ulkus Peptikum / Tukak Lambung

Tukak lambung atau Peptic Ulcer Disease (PUD) dapat diartikan sebagai luka pada lambung atau usus duodenum karena terjadi ketidakseimbangan antara faktor agresif seperti sekresi asam lambung, pepsin dan infeksi bakteri Helicobacter pylori dengan faktor defensif/faktor pelindung mukosa seperti produksi prostaglandin, gastric mucus, bikarbonat dan aliran darah mukosa. Singkatnya, tukak lambung merupakan suatu penyakit pada saluran pencernaan yang ditunjukkan dengan terjadinya kerusakan mukosa lambung bisa karena sekresi asam […]
August 7, 2012

Kasus Penatalaksanaan Terapi Infeksi Saluran Kemih pada Penderita Epilepsy

Kasus Ny Elle (35 tahun) penderita epilepsy, mendapat resep Ciprofloxacin untuk mengobati infeksi saluran kemihnya. Selama ini secara teratur ia mendapat Carbamezepin untuk mencegah serangan epilepsinya. Lima hari kemudian ia mendapat serangan kejang yang pertama dalam 5 tahun ini. PEMBAHASAN Pemberian ciprofloxacin untuk terapi infeksi saluran kemih pada penderita epilepsi merupakan terapi yang kurang tepat, karena akan meningkatkan resiko terjadinya efek samping […]
August 7, 2012

FASE MINYAK

NO BAHAN SIFAT KADAR 1 White petrolatum § Putih, lunak, lengket, sifat ini tetap setelah zat dilebur dan dibiarkan hingga dingin tanpa diaduk, berflouresensi lemah jika dicairkan, tidak berbau, hamper tidak berasa, inert. § Kelarutan : tidak larut air, sukar larut etanol dingin/panas, gliserin, aseton; larut dalam benzene, carbon disulfide, kloroform, eter, heksan dan minyak lemak. § TL = 38-60 C Emolien […]
August 7, 2012

GELLING AGENT

NO BAHAN SIFAT KADAR 1 CMC-Na § Granul putih/hampir putih, tidak berbau. § Kelarutan : praktis tidak larut aseton, etanol, eter, toluen. § Larutan ecer stabil pada pH 2-10, pengendapan dapat terjadi dibawah pH 2, viskositas menurun dengan cepat di atas pH 10. Umumnya maksimum viskositas dan stabilitas pada pH 7-9 § Inkompatibilitas : larutan asam kuat, garam-garam besi, logam lain (Al, […]
August 7, 2012

HUMEKTAN

NO BAHAN SIFAT KADAR 1 Gliserin § Jernih, tidak berwarna, tidak berbau, viskus, higroskopis, rasa manis kira-kira 0,6 kali manis sukrosa. § Kelarutan : larut dalam methanol, etanol (95%), air ; sedikit larut dalam aseton ; praktis tidak larut benzene, kloroform, minyak. § BJ= 1,2620 g/cm3 § Stabilitas : mudah terdekomposisi pada pemanasan tapi tidak mudah teroksidasi udara di bawah penyimpanan biasa. […]
August 7, 2012

Antioksidan

NO BAHAN SIFAT KADAR 1 Sodium meta bisulfit / sodium pyrosulfit/Na2S2O3 § Kristal prisma/serbuk, tidak berwarna, Kristal putih berbau sulfurdioksida dan asam. § Kelarutan : sedikit larut dalam etanol(95%), sangat mudah larut gliserin, air (1:1,9) dan (1:1,2) pada suhu 100 C § pH = 3,5-5,0 untuk 5% w/v § Melting point = 150 C § BM = 190,1 § Inkompatibilitas : kloramfenikol, […]
August 5, 2012

Definisi, Epidemiologi dan Etiologi Hipertensi #1

I.                   DEFINISI Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah naiknya tekanan pada pembuluh darah arteri. Hipertensi terutama diakibatkan oleh dua faktor utama, yang dapat hadir secara independen atau bersama-sama, yaitu : Daya pompa jantung dengan kekuatan yang besar. Pembuluh darah kecil (arteriol) menyempit, sehingga aliran darah memerlukan tekanan yang besar untuk melawan dinding pembuluh darah tersebut. (Silbernagl S dan Lang F, 2000). Beberapa ahli […]
August 3, 2012

Patofisiologi dan Manifestasi Klinis Hipertensi #3

Patofisiologi    Tekanan darah arteri Tekanan darah arteri adalah tekanan yang diukur pada dinding        arteri dalam millimeter merkuri. Dua tekanan darah arteri yang biasanya         diukur, tekanan darah sistolik (TDS) dan tekanan darah diastolik (TDD).            TDS diperoleh selama kontraksi jantung dan TDD diperoleh setelah            kontraksi sewaktu bilik jantung diisi. Banyak faktor yang mengontrol tekanan darah berkontribusi secara             potensial […]