December 6, 2017

PinA Menghambat Degradasi Hidrolisis ATP-Tergantung Degradasi Protein oleh Lon Protease #1

Lon protease dari Escherichia coli adalah suatu enzim oligomeric yang terdiri dari subunit 87-kDa yang identik. Setiap monomer Lon terdiri dari sebuah proyeolytic site dan sebuah ATP-binding site.Lon mempunyai aktifitas ATPase ayng diaktifkan oleh protein binding. Hidrolisis ATP diperlukan untuk degradasi protein, dimana binding ATP sendiri cukup untuk mengaktifkan pemecahan dari protein kecil yang tidak terstruktur dan oligopeptida.Untuk substrat protein dengan berat […]
August 3, 2012

Kajian Molekular Dan Analisis Fungsional Terhadap Mikroorganisme Termofilik Dan Hipertermofilik Dalam Aplikasi Pembentukan Protein Stabil Haba #1

Kehidupan seperti yang kita ketahui telah kita kaji dan amati dalam seluruh ekologi niche yang wujud, termasuk juga  pada keadaan ekstrem seperti temperatur  tinggi atau rendah (termophili vs psychrophili), keadaan asam atau basa (acidophili vs alkaliphili), tekanan tinggi (barophili) dan konsentrasi garam yang tinggi (halophiles)(Tabel 1.1). Dari semua ini (dikenali sebagai extremophili), organisme yang diisolasi ini biasanya adalah mikroorganisme termofilik, sedangkan sebagian […]
August 3, 2012

Kajian Proses Glikolisis Pada Pyrococcus furiosus dan Thermococcus kodakaraensis KOD1 #1

Pengenalan Order Termococcales Order euryarchaeal Termococcales terdiri dari 2 genera major Thermococcus dan Pyrococcus, yang sekarang dikenali sebagai Palaeococcus (Takai,et al.,2000). Banyak organisme dari order ini telah diisolasi dan dikaji. Dalam makalah ini, kita mengkaji secara lanjut, Pyrococcus furiosus, Pyrococcus horikoshii dan Thermococcus kodakaraensis KOD1 yang telah diisolasi dari lokasi panas geotermal yang dikaji (Tabel 2.1)(Fiala & Stetter, 1986, Morikawa, et al., 1994, Gonzalez, et al., 1998,Atomi, et al., 2004). Keadaan suhu tinggi di lokasi ini menjadikan keadaan […]
August 3, 2012

Kajian Molekular Dan Analisis Fungsional Terhadap Mikroorganisme Termofilik Dan Hipertermofilik Dalam Aplikasi Pembentukan Protein Stabil Haba #2

Hubungan Thermofilik dan Hiperthermofilik Mikroorganisme dengan Protein Stabil Terhadap Haba (Termostable protein)   Termophili dan Hipertermophili dapat diisolasi dari banyak sumber alami, termasuk lumpur panas (Solfatara dan Lapindo),gunung berapi (Kelud),mata air panas dan semburan uap air (Taman Nasional Yellowstone), dan sedimen trumbu laut dalam (Ridge Atlantik tengah), serta diisolasi dari industri guna haba seperti limpahan janakuasa listrik geotermal dan sistem buangan slud. […]
August 3, 2012

Kajian Proses Glikolisis Pada Pyrococcus furiosus dan Thermococcus kodakaraensis KOD1 #2

Pyrococcus furiosus phosphoglucose isomerase   Phosphoglucose isomerase (PGI) adalah katalis enzim yang reversibel dalam konversi  glukosa 6-fosfat kepada fruktosa 6-fosfat dalam proses glikolisis. PGI dari P. furiosus berkongsi sekuen yang tidak terdeteksi dengan mana-mana bakteri dan eukaryote dari phosphoglucose isomerases. Enzim ini dipurifikasi dari ekstrak bebas-sel pada P. furiosus,dan dikatalogkan secara biokimia (Hansen, et al
August 2, 2012

Bahan dan Metode dalam Penelitian Produksi Oksitetrasiklin Dengan Immobilisasi Streptomyces rimosus #2

A.1 Bahan Mikroorganisme ? Streptomyces rimosus TM-55 (CCRC 940061) disediakan oleh Cyanamid Taiwan Corporation (Taiwan) untuk produksi oksitetrasiklin. ? Bacillus subtilis ATCC 6633 yang diperoleh dari American Type Cultur Collection (Rockville,MD,US) untuk pengujian antimikroba. A.2 Metode A.2.1  Media kultur dan kondisi pertumbuhan Streptomyces ditanam pada media ekstrak yeast (ragi) dextrosa (YD-medium) yang berisi ekstrak yeast (ragi) 10 g/L, dan agar 18 g/L pada pH 7 ± […]
August 2, 2012

Produksi Oksitetrasiklin Dengan Immobilisasi Streptomyces rimosus #1

Oksitetrasiklin merupakan antibiotika spektrum luas yang diproduksi oleh golongan Streptomyces seperti Streptomyces rimosus, Streptomyces capuensis, Streptomyces henetus ,dan Streptomyces platensis yang direndam pada fermentasi keadaan padat. Produksi oksitetrasiklin bergantung pada keturunan, lingkungan, kondisi, dan komposisi media kultur [3, 5, 6]. Immobilisasi dari Streptomyces, Aspergillus, Cephalosporum, Cladonia, Penicillium, dan Saccharomyces telah digunakan untuk memproduksi enzim, etanol, asam organik, alkaloid dan antibiotik [7-13]. Agar, alginat, carragenan, kolagen, gelatin, poliakrilamid, polielektrolit, dan poliuretan telah digunakan sebagai material pendukung untuk […]
August 2, 2012

Prosedur Percobaan PinA Menghambat Degradasi Hidrolisis ATP-Tergantung Degradasi Protein oleh Lon Protease #2

Prosedur Pemurnian dan Metode Standar. Pemurnian PinA dan Lon, uji untuk degradasi casein, komposisi buffer, dan metode untuk SDS-PAGE dan filtrasi gel yang dijelaskan pada bahasan sebelumnya. Suatu sistem regenerasi ATP terdiri dari 50 mM kreatin fosfat dan 20?g/ml fosfokreatin kinase digunakan pada beberapa uji.   Degradasi dari CcdA dan N protein. Bakteriofag N protein dimurnikan dan didegradasi seperti yang diuraikan sebelumnya. […]
August 2, 2012

Kerja dan Stabilitas Enzim dalam Purifikasi dan Preparasi Analisis Enzim Proteolitik #6

7.1.            Kerja dan Stabilitas Enzim dalam Berbagai pH Efek pH terhadap aktifitas proteolitik ditentukan oleh penggunaan dried aseton untuk E.coli yang dimatikan dengan panas dengan disuspensikan dalam buffer 0,025 M sitrat-natrium fosfat, buffer 0,025 M veronal, dan buffer 0,025 M natrium karbonat-bikarbonat. Enzim proteolitik ini aktif pada rentang pH 6,0 sampai 10,0 dengan kerja maksimal pada pH 8,5-9,0. PH stabilitas enzim ditentukan dengan cara […]
August 2, 2012

Uji Kerja Caseinolitik dalam Purifikasi dan Preparasi Analisis Enzim Proteolitik #5

Aktifitas kaseinolitik dianalisis dengan kasein sebagai substrat dengan prosedur yang telah diadopsi dari Rick yang ditandai dengan pelepasan asam trikloroasetat yang melarutkan tirosin di estimasi dengan reagen Folin Ciocaltecau. Pada 1 ml dari larutan 1% kasein di tabung reaksi ditambahkan sampel dari preparat enzim yang telah dimurnikan dan dilarutkan dalam 0,025 Tris buffer pada pH 9,0. Setelah diinkubasi selama 1 jam pada […]