August 2, 2012

Kerja dan Stabilitas Enzim dalam Purifikasi dan Preparasi Analisis Enzim Proteolitik #6

7.1.            Kerja dan Stabilitas Enzim dalam Berbagai pH Efek pH terhadap aktifitas proteolitik ditentukan oleh penggunaan dried aseton untuk E.coli yang dimatikan dengan panas dengan disuspensikan dalam buffer 0,025 M sitrat-natrium fosfat, buffer 0,025 M veronal, dan buffer 0,025 M natrium karbonat-bikarbonat. Enzim proteolitik ini aktif pada rentang pH 6,0 sampai 10,0 dengan kerja maksimal pada pH 8,5-9,0. PH stabilitas enzim ditentukan dengan cara […]
August 2, 2012

Uji Kerja Caseinolitik dalam Purifikasi dan Preparasi Analisis Enzim Proteolitik #5

Aktifitas kaseinolitik dianalisis dengan kasein sebagai substrat dengan prosedur yang telah diadopsi dari Rick yang ditandai dengan pelepasan asam trikloroasetat yang melarutkan tirosin di estimasi dengan reagen Folin Ciocaltecau. Pada 1 ml dari larutan 1% kasein di tabung reaksi ditambahkan sampel dari preparat enzim yang telah dimurnikan dan dilarutkan dalam 0,025 Tris buffer pada pH 9,0. Setelah diinkubasi selama 1 jam pada […]
August 2, 2012

Uji Enzim dengan Jenis Bakteri yang Berbeda dalam Purifikasi dan Preparasi Analisis Enzim Proteolitik #4

Enzim yang telah dimurnikan diuji untuk tes kemampuan mereka dalam membersihkan suspensi bakteri yang telah dimatikan dengan panas dan dinding sel berbagai jenis bakteri. Masing-masing organisme dipanen pada awal fase stasioner , dicuci denga 0,025 buffer Tris pada pH 9,0 dan disuspensikan dengan buffer Tris sampai menunjukkan optical density 0,5. Dinsing sel dipreparasi dengan prosedur yang diadopsi dari Ensign dan Wolfe: 4,5 […]
August 2, 2012

Purifikasi Enzim dalam Purifikasi dan Preparasi Analisis Enzim Proteolitik #3

Purifikasi enzim dengan cara memfiltrasi pada suhu 40C, sebelumnya dilakukan presipitasi denga aseton. 1,5 volume aseton didinginkan pada suhu -150C dan ditambahkan perlahan dengan pengadukan. Setelah 24 jam presipitat dipisahkan dengan sentrifugasi 1600 X g selama 30 menit. Presipitat dilarutkan dengan 0,025 M Tris buffer, pH 9,0 dan didialisis dengan buffer selama 24 jam pada suhu 40C. 4.1.            Metode Filtrasi Gel Enzim […]
August 2, 2012

Karakteristik Asetosal

1.      KARAKTERISTIK FISIK/FISIKOMEKANIK. Titik lebur              : 141-144°C ( Farmakope Indonesia ed.III p.43). Bobot jenis            : 1,40 (Merck Index 12th p.144). Ukuran/distribusi ukuran partikel : Fine aspirin (80 mesh/lebih) Coarse aspirin (20 mesh/lebih) (Martindale 28th ed p.235) Sifat alir                : Jelek. Kompaktibilitas     : Baik. Higroskopisitas     : Tidak higroskopis. Polimorfisme         : Ada2 bentuk polimorf aspirin yang masing-masing dengan titik lebur yang berbeda-beda. (Pharmaceutical Codex,12th ed p.741).  6.      KARAKTERISTIK […]
August 2, 2012

Definisi dan Syarat Sediaan Gel

Definisi Gel –          Farmakope Indonesia IV 1995 hlm. 7 Merupakan sistem semipadat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh suatu cairan. –          Husa’s Cairan viskus setengah padat sampai kental yang terdiri dari partikel mikroskopik yang tersusun seperti plastik atau kaku.larutan dapat trasparan atau lebih sering tembus cahaya.   Syarat-syarat sediaan gel adalah : Memiliki viskositas […]
August 2, 2012

Pengujian Mutu Produk Jadi

KESERAGAMAN BOBOT TABLET ALAT             : Timbangan analitik miligram (electronic balance) PROSEDUR   : (Teori dan Praktek Farmasi Industri, Edisi Kedua, hal. 656; USP XX-NF XV; dan  Farmakope Indonesia, Edisi Ketiga, hal.7) Timbang 20 tablet yang diambil secara acak satu per satu. Dihitung berat rata-rata tablet. Dibandingkan berat tiap tablet dengan berat rata-rata. Tablet memenuhi syarat USP bila tidak lebih dari 2 tablet yang beratnya […]
August 2, 2012

Persyaratan Dan Evaluaasi (Quality Control) Tablet Effervescent

Sebelum sediaan effervescent diedarkan, maka sediaan tersebut harus dievaluasi terlebih dahulu untuk mengetahui apakah sediaan tersebut sudah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan apa belum.Dalam hal ini evaluasi sediaan effervescent dilakukan dalam dua tahap : 1.      In- Proses Quality Control Adalah suatu proses evaluasi yang dilakukan ditengah-tengah proses produksi. Biasanya evaluasi yang dilakukan berupa distribusi ukuran granul dan kecepatan alir. Dalam hal ini distribusi ukuran […]
August 2, 2012

Kelebihan dan Kekurangan Sediaan Gel

Kelebihan sediaan gel ( The Art Science and Technology Of  Pharm. Comp. ) 1        Dapat digunakan untuk berbagai rute pemakaian. 2        Kompatibel dengan berbagai macam obat. 3        Gel yang mengandung enhancer pada umumnya digunakan sebagai antiinflamasi. 4        Mudah digunakan dan cepat menimbulkan  efek terapi.   Kekurangan sediaan gel : 1        Banyak mengandung air ® berpotensi terkontaminasi oleh mikroba. 2        Terjadi penguapan air sehingga dapat […]
August 2, 2012

Macam-macam Gel dan Faktor yang Mempengaruhinya

Macam – macam gel berdasarkan sistem : 1        Single phase system/inorganic : – inorganik hydrogel 2        Two phase system/organic : –          hydrogels –     organo gel –          jelly   Faktor yang mempengaruhi sediaan gel : 1        Temperatur Berpengaruh terhadap kemampuan pengembangan. 2        Volume solven Berpengaruh terhadap kemampuan pengembangan. 3        Kecepatan dan lama pengadukan Berpengaruh terhadap proses pengembangan. Pengadukan yang terlalu cepat dan kuat akan merusak […]