August 12, 2012

Kandungan Senyawa dan Khasiat dalam Curcuma xanthorrhiza

Curcuma xanthorrhiza atau yang biasa disebut temulawak termasuk dalam family zingiberaceae dan merupakan tanaman asli Indonesia. Tanaman ini tumbuh di Thailand, Filipina, srilanka dan Malaysia. Curcuma xanthorrhiza adalah tanaman yang tumbuh dengan rhizome. Sama seperti jahe dengan bau aromatis dan tajam dan rasa yang lebih pahit. Curcuma Xanthorrhiza juga menunjukan khasiat antidiuretik, anti-inflamasi, anti-oksidan, anti hipertensi, anti rematik, anti hepatotoksik, anti dismenorhea, […]
August 12, 2012

Syarat Pertumbuhan dan Pedoman Budidaya Curcuma xanthorrhiza

1. Iklim 1. Secara alami temulawak tumbuh dengan baik di lahan-lahan yang teduh dan                          terlindung dari teriknya sinar matahari. Di habitat alami rumpun tanaman ini                          tumbuh subur di bawah naungan pohon bambu atau jati. Namun demikian                                   temulawak juga dapat dengan mudah ditemukan di tempat yang terik seperti                               tanah   tegalan. Secara umum tanaman ini memiliki daya adaptasi […]
August 12, 2012

Klasifikasi dan Morfologi Curcuma xanthorrhiza Roxb

KLASIFIKASI Kingdom                : Plantae Divisi                      : Magnoliophyta Kelas                       : Liliopsida Ordo                       : Zingiberales Famili                      : Zingiberaceae Genus                     : Curcuma Spesies                    : Curcuma xanthorrhiza Roxb. Nama daerah          : Temulawak, Koneng gede (Sunda),temolabak(Madura) (Soesilo, S., et.al.,1989)   MORFOLOGI Tanaman terna berbatang semu dengan tinggi hingga lebih dari 1m tetapi kurang dari 2m, berwarna hijau atau coklat gelap. Akar rimpang terbentuk dengan sempurna dan bercabang […]
August 12, 2012

Oleum Citronella

Oleum Citronella merupakan minyak esensial bersifat insect repellent yang didapat dari daun dan batang spesies Cymbopogon. Secara garis besar, ada 2 macam oleum Citronella : –          tipe  Ceylon (dari Cymbopogon nardus rendle): mengandung geraniol 18-20%, limonene 9-11%, methyl isoeugenol 7-11%, cironellol 6-8%, dan cironellall 5-15%. –          tipe Java (dari cymbopogon wenterianeus  Jowitt) : engandung citronellal 32-45%, geraniol  11-13%, geranil asetat 3-8% dan […]
August 12, 2012

HUBUNGAN HIGIENE PERORANGAN DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT CACINGAN

Ada berbagai usaha yang dianggap penting agar dapat mencapai tujuan antara lain sanitasi lingkungan dan higiene perorangan yang merupakan ruang lingkup dari higiene sanitasi  (Slamet, 2002). Higiene dan sanitasi lingkungan adalah pengawasan lingkungan fisik, biologis, dan ekonomi yang mempengaruhi kesehatan manusia, dimana lingkungan yang berguna ditingkatkan dan diperbanyak sedangkan yang merugikan diperbaiki atau dihilangkan  (Entjang, 2000). Masalah kesehatan adalah suatu masalah yang […]
August 12, 2012

PATOFISIOLOGI, GEJALA KLINIS, DIAGNOSIS CACING KREMI (ENTEROBIUS VERMICULARIS)

1. Infeksi Cacing Kremi Enterobiasis atau oxyuriasis, yang pada umumnya disebut dengan pinworm. Infeksi pada pencernaan manusia disebabkan oleh Enterobius vermicularis. Tidak seperti infeksi cacing pada umumnya, enterobiasis tidak hanya terbatas pada lingkungan yang kotor, kumuh dengan tingkat ekonomi masyarakat yang rendah. Enterobius vermicularis hidup pada iklim yang sedang dan prevalensinya sering terjadi pada anak sekolah.   2. Lingkungan Hidup Cacing betina dewasa memiliki panjang lebih […]
August 12, 2012

PATOFISIOLOGI, GEJALA KLINIK, DIAGNOSIS DAN EPIDEMIOLOGI CACING TAMBANG (ANCYLOSTOMA DUODENALE & NECATOR AMERICANUS)

1.            Infeksi Cacing Tambang Infeksi cacing tambang pada manusia disebabkan oleh infeksi parasit cacing nematoda N. americanus dan Ancylostoma duodenale yang penularannya melalui kontak dengan tanah yang terkontaminasi. Cacing ini merupakan penyebab infeksi kronis yang paling sering. N. americanus merupakan cacing tambang yang paling banyak dijumpai di berbagai belahan dunia. (Tanaka dkk, 1980; Beaver dkk, 1984; Strikland, G.T. dkk, 2000). 2.            Lingkungan Hidup Hospes parasit ini adalah manusia. Cacing dewasa […]
August 12, 2012

PATOFISIOLOGI, GEJALA KLINIK, DIAGNOSIS DAN EPIDEMIOLOGI CACING CAMBUK (TRICHURIS TRICHIURA)

Trichuriasis Penyakit infeksi yang disebabkan oleh T. trichiura (cacing cambuk) yang hidup di usus besar manusia khususnya caecum yang penularannya melalui tanah. Prevalensinya paling tinggi berada di daerah panas dan lembab seperti di negara tropis dan juga di daerah-daerah dengan sanitasi yang buruk. Cacing ini merupakan penyebab infeksi cacing kedua terbanyak pada manusia di daerah tropis (Beaver dkk, 1984; Markell dkk, 1999).   Lingkaran Hidup Cacing betina […]
August 12, 2012

PATOFISIOLOGI, GEJALA KLINIK, DIAGNOSIS DAN EPIDEMIOLOGI CACING GELANG

1.            Ascariasis Penyakit infeksi yang disebabkan oleh A. lumbricoides (cacing gelang) yang hidup di usus halus manusia dan penularannya melalui tanah. Cacing ini merupakan parasit yang kosmopolit yaitu tersebar di seluruh dunia, frekuensi terbesar berada di negara tropis yang lembab, dengan angka prevalensi kadangkala mencapai di atas 50%. Angka prevalensi dan intensitas infeksi biasanya paling tinggi pada anak usia 5-15 tahun (Dirjen PP&PL Dep.Kes. RI, […]
August 12, 2012

Penggolongan Antimokroba Berdasarkan Kelas Terapinya

a)    Penicillin diawali oleh penicillin G untuk terapi streptococcus dan staphylococcus. Adanya penisillinase yang diproduksi oleh Staphylococcus aureus mengawali munculnya penisillinase-resistant (misalnya methicillin, oxacillin, dan nafcillin). Kemudian berkembang lagi menjadi aminopenicillin (contoh : ampicillin dan amoxicillin) untuk terapi pada gram negatif, yang meliputi Eschericia coli, Proteus mirabillis, Shigella, Salmonella, Listeria, Haemophillis dan Neisseria. Selanjutnya dikembangkan penicillin yang aktif terhadap enterobacteriaceae dan Pseudomonas aeruginosa […]