Kenapa Aritmia disebut Gangguan Irama Jantung ?
February 26, 2013
Ingin Cepat Hamil Coba Saja Makanan Ini
February 26, 2013

Bagaimana Terjadinya Proses Persalinan

Bagaimana Terjadinya Proses Persalinan

            Sebuah kehamilan pasti akan mengalami proses maka sebuah proses akan berakhir pada sebuah  persalinan sebuah kehamilan memrlukan prose yang berkisar selama 9 bulan bahkan ada yang kurang dari itu. Maka jika anda tengah hamil ada baiknya anda mengetahui mengenai bagaimana terjadinya proses persalinan sebab anda akan mempersiapkan apa yang perlu anda persiapkan kelak. Ada baiknya para calon ibu mengetahui proses atau tahapan persalinan seperti apa sehingga para calon ibu dapat mempersiapkan segala hal nya guna menghadapi proses persalinan ini. Proses persalinan terbagi ke dalam  empat tahap yang perlu di lalui serta akan menjawab bagaimana terjadinya proses persalinan.

bagaimana terjadinya proses persalinan maka berikut tahap perrsalinan secara umum :

  1. kala I : Tahap Pembukaan

In partu (partus mulai) ini ditandai dengan adanya lendir bercampur darah yang keluar lender ini terjadi akibat serviks mulai membuka dan mulai mendatar. Dan darah tersebut berasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler sekitar karnalis servikalis karena addanya pergeseran ketika serviks mendatar dan terbuka.

Pada saat seperti ini akan terbagi atas dua fase yang terjadi yaitu :

  • Fase Laten

Pada fase ini terjadi pembukaan serviks yang berlangsung secara lambat, sampai pada pembukaan sekitar 3 cm

  • Fase aktif

Pada fase aktif ini akan terbagi lagi atas 3 subfase yaitu :

  1.  Terjadinya akselerasi
  2. steady dan
  3. deselerasi

tahap ini juga di sebut Kala I dan merupakan tahap terlama, dan tahap ini berlangsung sekitar 12 sampai 14 jam untuk kehamilan pertama dan 6 hingga 10 jam untuk kehamilan berikutnya.

Pada tahap ini mulut rahim akan menjadi tipis dan terbuka karena adanya kontraksi rahim secara berkala dimana kontraksi ini terjadi untuk mendorong bayi ke jalan lahir. Pada setiap kontraksi rahim, bayi akan semakin terdorong ke bawah  mendekati jalan lahir sehingga menyebabkan pembukaan jalan lahir.

Kala I persalinan lengkap terjadi ketika pembukaan jalan lahir berukuran menjadi 10 cm, yang berarti pembukaan tersebut telah sempurna dan bayi siap keluar dari rahim.

Pada masa kala1 ini ibu mulai akan mengalami masa transisi dan masa ini menjadi masa yang paling sangat sulit bagi ibu sebab menjelang berakhirnya kala I, pembukaan jalan lahir sudah hampir sempurna sehingga terjadi Kontraksi yang akan semakin sering dan semakin kuat frekuensinya. Dan pada saat ini anda mungkin akan mengalami rasa sakit yang amat hebat,  maka sebab itu kebanyakan wanita yang pernah mengalami masa inilah beranggapan bahwa ini merupakan masa yang paling berat.

Anda juga akan merasakan datangnya rasa mulas yang sangat hebat dan terasa seperti ada tekanan yang sangat besar ke arah bawah, seperti ingin buang air besar. Menjelang akhir kala pertama ini kontraksi yang terjadipun semakin sering dan kuat dan apabila pembukaan jalan lahir sudah 10 cm itu berarti bayi siap dilahirkan dan proses persalinan memasuki kala II.

  1. Kala II Tahap Pengeluaran Bayi

Ini merupakan fase pengeluaran bayi dimana pada kala pengeluaran janin ini rasa mulas mulai terkordinir, terasa lebih kuat, cepat dan lebih lama, kira – kira terjadi 2 sampai 3 menit sekali. Kepala janin akan mulai turun dan masuk ke ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada otot – otot dasar panggul yang secara reflektoris sehingga inilah yang menimbulkan rasa mengedan.

Anda serasa seperti mau buang air besar, dengan tanda anus terbuka. Pada waku mengedan, kepala janin mulai kelihatan, vulva (bagian luar vagina) membuka dan perineum (daerah antara anus – vagina) meregang.

Dengan mengedan terpimpin, akan lahirlah kepala diikuti oleh seluruh badan janin maka dengan itu lahirlah seorang anak. Sebagai Ibu anda akan merasakan tekanan yang kuat di daerah perineum (antara vagina dan anus). daerah perineum memang bersifat elastis tapi akan memungkinkan bila dokter atau bidan memperkirakan perlu dilakukan pengguntingan di daerah perineum (episiotomi) tersebut jika di perlukan sebab tindakan ini akan dilakukan dengan tujuan mencegah perobekan paksa daerah perineum akibat tekanan bayiyang akan keluar.